Pulang

Image

Banyak hal yang terjadi di sekeliling kita yang membuat kita menjadi tidak nyaman. Perubahan cuaca yang ektrim membuat kita menjadi tidak nyaman karena suhu yang semakin panas,  banjir atau sebaliknya kekeringan yang berkepanjangan. Perilaku manusia yang ekstrim dalam bentuk kekerasan dan kejahatan membuat kita tidak nyaman. Ketidaknyamanan mendorong kita untuk pulang kerumah yang penuh dengan kenyamanan dan kedamaian. Tetapi bagaimana kita bisa pulang – pulang ke tempat dimana kita bisa bertemu dengan kedamaian.

Pengertian pulang bisa memiliki makna yang beragam. Bagi sebagian yang mencoba untuk meniti jalan spiritualitas, pulang serupa dengan dunia anak-anak. Jiwa anak penuh dengan kepolosan dan kejujuran, kepolosan, pribadi yang mampu mengatakan yang benar adalah benar, yang salah adalah salah. Kita diingatkan untuk pulang ke kepolosan anak untuk menghindarkan diri dari tindak dekadensi moral seperti korupsi dan sikap ketidakjujuran lainnya.  Atau pulang bisa diibaratkan bagai pulang kampung, menaiki bukit, dimana semakin ke atas bukit semakin sejuk hawa yang dirasakan. Perjalanan hidup yang semakin panjang semestinya membawa hati semakin sejuk dan damai, bukan saja untuk diri pribadi tapi juga orang di sekitar kita.

Pulang bisa juga bermakna sangat sederhana yaitu pulang ke rumah sejati kita “Torang Samua Basudara”. Kita semua bersaudara dalam kasih sayang, satu orang tua dalam belas kasih, satu atap rumah yang sama karena sama-sama mau bahagia sama-sama tidak mau menderita. Weda mengajarkan  prinsip “vasudhaiva kutumbakam”. Prinsip ini berasal dari kata vasudha atau dunia dan kutumbakam atau keluarga. Seluruh dunia ini hanyalah satu keluarga besar. Seluruh umat manusia tercipta dari satu sumber kehidupan yang sama yaitu Tuhan. Persahabatan, kekerabatan, kasih sayang lebih tinggi nilainya dibandingkan dengan nafsu rendah yang hanya mengutamakan perut kenyang.

Menyukuri kehidupan, kasih sayang, dan penghormatan kepada orang lain adalah elemen penting dalam upaya untuk kembali pulang kepada jati diri dan nurani kita. Mari kita pulang kepada hati nurani kita sehingga semua tempat menjadi rumah penuh kedamaian dan kenyamanan.

Leave a comment

Filed under Spirituality

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s