Ekowisata, Lingkungan dan Pendidikan

Kita sering mendengar kata Ekowisata, khususnya Manado yang mengusung misi “Manado Kota Model Ekowisata”. Tetapi apa sebenarnya makna Ekowisata.  Masyarakat Ekowisata Dunia mendefinisikannya sebagai “perjalanan yang bertanggung jawab ke daerah-daerah alami yang melestarikan lingkungan dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal”. Sekedar bertamasya ke hutan tropis bukan merupakan ekowisata kecuali jika kegiatan tamasya tersebut memberi manfaat bagi pelestarian lingkungan dan orang-orang yang tinggal di daerah tersebut. Apalagi sering dijumpai sekelompok orang melakukan wisata alam kemudian membuang sampah yang dibawanya sembarangan. Sebuah pertualangan arung jeram bisa dikatakan ekowisata jika kegiatan tersebut mampu meningkatkan kesadaran dan dana untuk membantu melindungi daerah aliran sungai.

Berdasarkan pengertian ekowisata di atas, maka ekowisata memiliki cirri khas sebagai berikut:

  1. Ekowisata berhubungan dengan wisata alam. Wisata alam sering melibatkan kota kecil atau bahkan daerah terpencil.
  2. Ekowisata bertujuan meminimalkan dampak. Tidak bisa dipungkiri kegiatan pariwisata menyebabkan kerusakan. Ekowisata berusaha untuk meminimalkan efek merugikan dari hotel, perjalanan wisata, dan infrastruktur lainnya. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak negative antara lain dengan menggunakan bahan-bahan yang bisa di daur ulang atau bahan-bahan yang tersedia secara local di tempat wisata, mengunakan sumber energi terbarukan, pembuangan sampah dan limbah yang ramah lingkungan, atau bahkan menggunakan sejumlah kearifan local yang bersahabat dengan alam. Disamping itu pola pengelolaan pariwisata yang senantiasa mengedepankan pelestarian lingkungan dapat mengurangi dampak merugikan kegiatan pariwisata.
  3. Ekowisata selalu berupaya untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan. Ekowisata berarti pendidikan, baik bagi wisatawan maupun warga masyarakat sekitarnya.
  4. Ekowisata seharusnya memberikan keuntungan finansial langsung untuk konservasi lingkungan dan budaya. Kegiatan ekowisata harus bisa membantu mengumpulkan dana untuk perlindungan lingkungan, penelitian dan pendidikan melalui berbagai mekanisme, termasuk karcis masuk ke lokasi wisata, tur perusahaan, hotel, dan penerbangan.
  5. Ekowisata memberikan keuntungan finansial dan pemberdayaan bagi masyarakat lokal: Taman Nasional dan kawasan wisata alam, dan kegiatan budaya  hanya akan bertahan hidup  jika masyarakat setempat juga ikut menikmati keuntungan dari kegiatan wisata tersebut. Masyarakat setempat harus terlibat sehingga menerima penghasilan dan manfaat nyata dari kegiatan dan fasilitas wisata seperti tersedianya  air minum bersih, jalan yang layak, fasilitas pendidikan dan kesehatan.
  6. Ekowisata menghormati budaya lokal. Disamping memelihara lingkungan dan alam, ekowisata menyokong dan melestarikan budaya local, bukan malah menghancurkan budaya local karena efek penyertaan dari kegiatan wisata seperti peredaran narkoba dan prostitusi.

4 Comments

Filed under Uncategorized

4 responses to “Ekowisata, Lingkungan dan Pendidikan

  1. sherly

    smoga bukan hanya skdar artikel aja yahhhhhhhh , butuh menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan sekitar kt sehingga kepedulian boleh nampak

  2. sherly

    trus lingkungan tempat kita kerja gimn pendapatmu ? sudah tumbuhkah kesdaran terhdp lingkungan ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s