7 Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif

Dalam buku terlarisnya # 1, Stephen R. Covey menyajikan kerangka kerja untuk efektivitas pribadi.

Inside-Out: Perubahan Dimulai dari Dalam

Stephen Covey mengungkapkan Filosofi yang dikenal sebagai Etika Karakter, dimana keberhasilan seseorang diperoleh dari karakteristik yang sangat mendasar seperti integritas, keberanian, keadilan, kesabaran, dll

Unsur-unsur Etika Karakter bersifat utama sedangkan dari Etika Kepribadian bersifat sekunder. Sementara ciri-ciri sekunder dapat membantu seseorang untuk memainkan peran untuk berhasil dalam beberapa keadaan tertentu, untuk kesuksesan jangka panjang keduanya diperlukan. Karakter seseorang factor penting keberhasilan dalam jangka panjang.

Untuk menggambarkan perbedaan antara sifat-sifat primer dan sekunder, Covey menawarkan contoh berikut. Misalkan Anda berada di Chicago dan menggunakan peta untuk menemukan tujuan tertentu di kota. Anda mungkin memiliki keterampilan sekunder yang sangat baik dalam membaca dan peta navigasi, tetapi tidak akan pernah menemukan tujuan Anda jika Anda menggunakan peta Detroit. Dalam contoh ini, mendapatkan peta yang tepat adalah unsur utama yang diperlukan sebelum keterampilan sekunder Anda dapat digunakan secara efektif.

Etika Karakter mengasumsikan bahwa ada beberapa prinsip mutlak yang mengilhami ¬†manusia. Beberapa contoh prinsip-prinsip tersebut adalah keadilan, kejujuran, integritas, martabat manusia, kualitas, potensi, dan pertumbuhan. Tujuh Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif menyajikan “Perubahan Dimulai dari Dalam ” sebuah pendekatan efektivitas yang berpusat pada prinsip dan karakter. Perubahan Dimulai dari Dalam berarti bahwa perubahan dimulai dalam diri sendiri.

Karakter kita adalah kumpulan kebiasaan, dan kebiasaan memiliki peran yang kuat dalam hidup kita. Kebiasaan terdiri dari pengetahuan, keterampilan, dan keinginan. Pengetahuan memungkinkan kita untuk mengetahui apa yang harus dilakukan, keterampilan memberikan kita kemampuan untuk mengetahui bagaimana melakukannya, dan keinginan adalah motivasi untuk melakukannya.

Tujuh Kebiasaan Efektif kita melalui tahapan berikut:

  1. Ketergantungan: paradigma di mana kita dilahirkan, mengandalkan orang lain untuk mengurus diri kita.
  2. Kemerdekaan: paradigma di mana kita dapat membuat keputusan kita sendiri dan mengurus diri kita sendiri.
  3. Interdependensi: paradigma di mana kita bekerja sama untuk mencapai sesuatu yang tidak dapat dicapai secara independen.

Untuk membuat pilihan untuk menjadi saling bergantung, yang pertama harus independen, karena orang bergantung belum mengembangkan karakter untuk saling ketergantungan. Oleh karena itu, tiga kebiasaan pertama berfokus pada penguasaan diri, yaitu, mencapai kemenangan pribadi yang diperlukan untuk bergerak dari ketergantungan menuju kemandirian. Tiga kebiasaan pertama adalah:

Kebiasaan 1: Jadilah Proaktif
Kebiasaan 2: Mulailah dengan Tujuan Akhir
Kebiasaan 3: Dahulukan yang Utama

Kebiasaan 4, 5, dan 6 berikut merupakan pengembangan diri atas sikap saling bergantung:

Kebiasaan 4: Berpikir win/win
Kebiasaan 5: Berusaha Memahami Dahulu, Baru Dimengerti
Kebiasaan 6: Bersinergi

Kebiasaan ketujuh merupakan pembaharuan dan perbaikan diri berkesinambungan, yaitu, membangun kemampuan produksi pribadi seseorang. Agar efektif, seseorang harus menemukan keseimbangan yang tepat antara memproduksi dan meningkatkan kemampuan seseorang untuk menghasilkan. Demikianlah Covey menggambarkan tentang kebiasaan yang efektif untuk membangun kemampuan diri yang handal.

Leave a comment

Filed under Teaching Philosophy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s