Kurikulum Berdiferensiasi

Diferensiasi bukan resep untuk mengajar. Ini bukan strategi untuk mengajar. Atau juga karena guru memiliki banyak waktu. Ini Diferensiasi merupakan sebuah filisofi. Dengan demikian, diferensiasi didasarkan pada seperangkat paradigm:

  1. Siswa pada usia yang sama dalam satu kelas memiliki kesiapan yang berbeda untuk belajar, minat, gaya belajar, pengalaman, dan pengalaman.
  2. Perbedaan pada diri setiap individu siswa memberikan dampak besar pada kebutuhan siswa untuk belajar, kecepatan mereka untuk belajar, dan dukungan yang mereka butuhkan dari guru dan orang lain untuk dapat belajar dengan baik.
  3. Siswa akan belajar dengan baik ketika mereka dapat membuat hubungan antara kurikulum dan kebutuhan dan pengalaman hidup mereka.
  4. Siswa akan belajar dengan baik ketika mereka memperolah kesempatan belajar yang alami.
  5. Siswa dapat menjadi pembelajar lebih efektif bila ruang kelas dan sekolah menciptakan rasa komunitas atau kebersamaan  di mana siswa merasa penting dan dihormati.

Diferensiasi harus menjadi penyempurnaan terhadap kurikulum yang sudah ada, bukan pengganti kurikulum dan pengajaran. Prinsip kurikulum berdiferensiasi agar dapat meningkatkan kemampuan peserta didik mencakup beberapa hal, antara lain:

  1. Menyajikan konten dengan isu, tema atau masalah yang luas.
  2. Mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu ke dalam bidang studi.
  3. Menyajikan pengalaman yang komprehensif, saling terkait dan saling menguatkan dalam suatu mata pelajaran.
  4. Mengembangkan kemampuan belajar mandiri atau self-directed.
  5. Mengembangkan keterampilan penelitian dan metode ilmiah.
  6. Mengintegrasikan keterampilan dasar dan berpikir tingkat tinggi ke dalam kurikulum.
  7. Mendorong pengembangan produk yang menantang ide-ide yang sudah ada dan menghasilkan ide-ide “baru”.
  8. Mendorong pengembangan produk yang menggunakan teknik, bahan dan bentuk baru.
  9. Mendorong pengembangan pemahaman diri.

Dalam penerapan kulrikulum berdiferensiasi, seorang guru hendaknya memastikan bahwa belajar siswa harus dihargai. Guru dapat melakukannya dengan menilai tingkat kesiapan setiap siswa dengan mengevaluasi kompetensi dasar seperti yang tertuang dalam kurikulum, dengan mengharapkan dan mendukung pertumbuhan terus menerus setiap siswa dengan menyediakan kurikulum yang menantang, menawarkan semua siswa kesempatan untuk mengeksplorasi ketrampilan dan pemahaman siswa, serta menawarkan tugas siswa yang menarik dan menantang.

1 Comment

Filed under Teaching Philosophy

One response to “Kurikulum Berdiferensiasi

  1. Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s